Karbohidrat
Karbohidrat sumber kalori utama bagi manusia. Walaupun jumlah kalori yang
dihasilkan hanya 4 kal dari 1 gram karbohidrat, namun bila dibanding protein dan
lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang lebih mudah didapat. Disamping
itu beberapa golongan karbohidrat mengandung serat (dietary fiber) yang
berguna bagi pencernaan.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi semua individu. Karbohidra mudah di
dapatkan dan hampir semua bahan makanan mengandung karbohidrat. Pada gambar 2.5
berikut ini dapat dilihat bagan klasifikasi dan fungsi dari karbohidrat.
a. Klasifikasi karbohidrat
Berdasarkan
susunan kimia dari karbohidrat, maka karbohidrat terbagi tiga, yaitu :
1) Monosakarida
Monosakarida
tergolong karbohidrat yang paling sederhana dan merupakan molekul terkecil dari
hidrat arang. Monosakarida dapat langsung diserap oleh tubuh melalui dinding
usus dan masuk ke dalam aliran darah. Terbentuknya monosakarida di dalam tubuh
terbentuk dari pemecahan kedua macam sakarida lainnya.
Ada 3 macam
monosakarida, yaitu:
(a) Glukosa
Disebut juga dengan
dektrosa. Zat gizi ini banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran.
Semua jenis karbohidrat dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa.
(b) Fruktosa
Disebut juga dengan
levulosa. Zat ini bersama dengan glukosa terdapat dalam buah-buahan, terutama
terkandung dalam madu sehingga memberikan rasa manis yang khas pada madu.
(c) Galaktosa
Galaktosa merupakan
pemecahan dari disakarida, sering juga disebut dengan gula susu karena
dihasilkan dari susu sapi atau ASI.
2) Disakarida
Disakarida merupakan
penggabungan dari dua macam molekul monosakarida. Pemecahan terjadi di dalam
tubuh dengan adanya bantuan enzim. Disakarida yang penting dalam bahan makanan
adalah:
(a) Sukrosa (Gula pasir)
Di dalam proses
pencernaan, sukrosa dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Sukrosa banyak
terdapat pada gula tebu dan gula aren.
Gambar 2.5: Gula aren sebagai sumber sukrosa
(b) Maltosa
Maltosa merupakan
hasil antara pemecahan zat pati. Maltosa akan dipecah kembali menjadi dua
molekul glukosa. Terdapat pada gandum yang sedang tumbuh (kecambah).
(c) Laktosa (Gula susu)
Jenis karbohidrat ini
banyak terdapat pada susu. Di dalam tubuh laktosa sulit untuk dicerna
dibandingkan dengan sukrosa dan maltosa. Kesulitan dalam mencerna laktosa di
dalam tubuh , pada sebagian orang dapat menimbulkan efek pada kesehatan.
Terjadinya diare setelah mengkonsumsi laktosa merupakan salah satu dampaknya.
Laktosa intoleran
merupakan kondisi di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa di intestinum
tenue. Orang yang menderita laktosa intoleran tidak dapat mengkonsumsi susu
dengan kandungan laktosa tinggi.
Kadar laktosa dalam
susu sapi antara 4 - 5 %, sedangkan dalam susu manusia antara 6 -7 %. Laktosa di
dalam pencernaan akan dipecah kembali menjadi 1 molekul glukosa dan 1 molekul
galaktosa.
3) Polisakarida
Polisakarida
merupakan penggabungan dari beberapa molekul monosakarida. Beberapa polisakarida
yang penting ialah zat pati, glikogen, dan selulosa.
Zat pati merupakan
sumber kalori yang sangat penting, karena sebagian besar karbohidrat dalam
makanan terdapat dalam bentuk zat pati.
Glikogen merupakan
cadangan karbohidrat dalam tubuh yang disimpan dalam hati dan otot. Oleh karena
itu glikogen banyak terdapat pada bahan pangan yang bersumber dari hewani berupa
daging.
Sedangkan selulosa
merupakan bagian dari tumbuhan yang tak dapat dicerna oleh organ pencernaan pada
manusia. Namun selulosa memiliki manfaat lain bagi tubuh.
Beberapa fungsi
selulosa dalam tubuh adalah :
(a) Merangsang alat pencernaan untuk
mendapatkan getah cerna yang cukup.
(b) Membentuk volume makanan
sehingga memberikan rasa kenyang.
(c) Membantu memadatkan feses (sisa
zat gizi yang tidak dapat diserap lagi oleh dinding usus.
4) Serat
Bahagian dari karbohidrat yang tidak kalah pentingnya adalah sellulose, yang
sering juga disebut serat. Serat banyak terdapat pada sayuran , terutama
pada bagian daun dan buah. Semakin tua buah dan sayuran makin banyak
kandungan seratnya. Sifat serat adalah sukar larut dan tidak dapat dicerna
oleh tubuh. Serat tidak berguna untuk pertumbuhan, namun bermanfaat bagi
tubuh.
Fungsi Serat secara khusus adalah
a) Memelihara kesehatan tubuh (menarik air dari pembuluh darah sehingga
feces jadi lunak, dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus).
b) Serat juga dapat mengurangi penyerapan lemak sehingga tingkat kolesterol
darah turun dan resiko penyakit jantung koroner kecil.
c) Serat membantu menurunkan berat badan. Sumber serat adalah biji-bijian
berkulit dan daging, buahbuahan dan sayur-sayuran. Orang dewasa sebaiknya
mengkonsumsi serat 25 gr/hr.
b. Fungsi karbohidrat bagi tubuh
Di dalam tubuh manusia karbohidrat berfungsi sebagai :
1) Menghasilkan energi
Karbohidrat merupakan zat makanan penghasil energi yang utama. Energi adalah
kemampuan untuk melakukan kerja. Karbohidrat dalam tubuh berbentuk
monosakarida, diedarkan oleh hati ke dalam sel-sel tubuh. Dengan adanya
oksigen maka monosakarida teroksidasi dan dibawa oleh darah dari hati ke
seluruh bagian tubuh .
Hasil dari oksidasi adalah panas atau kalori. Panas yang terjadi kemudian
diubah oleh tubuh menjadi energi/tenaga untuk bergerak. Semakin banyak otot
yang digerakkan, maka semakin banyak karbohidrat yang dibutuhkan.
2) Cadangan tenaga bagi tubuh
Jumlah karbohidrat dalam makanan yang kita konsumsi tidak selalu seimbang
dengan jumlah karbohidrat yang diperlukan. Jika aktifitas sedikit dan
konsumsi karbohidrat lebih banyak, maka akan terjadi kelebihan karbohidrat.
Kelebihan karbohidrat tidak dibuang begitu saja oleh tubuh, tetapi dapat
disimpan. Kelebihan ini dapat digunakan sewaktuwaktu jika tubuh memerlukan.
Oleh karena itu jika seseorang kurang mengkonsumsi karbohidrat sementara
aktifitas meningkat, maka kebutuhan tubuh akan karbohidrat dapat dipenuhi
dari cadangan.
Namun hal ini hanya bersifat sementara. Jika berlangsung dalam waktu lama,
maka akan terjadi defisiensi zat gizi yang berdampak pada munculnya penyakit
tertentu. Kekurangan karbohidrat dalam waktu yang lama memaksa tubuh untuk
mengambil cadangan energi yang berasal dari lemak dan protein. Jika hal ini
terus berlangsung tanpa ada upaya pencegahan makan cadangan protein dan
lemak akan semakin berkurang. Ini dapat membahayakan kesehatan pada manusia.
Namun jika terjadi penumpukan cadangan karbohidrat, juga tidak dapat
dibiarkan. Kelebihan karbohidrat akan tersimpan dalam bentuk lemak di bawah
jaringan kulit. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya
kelebihan berat badan yang menimbulkan kegemukan atau obesitas.
3) Memberikan rasa kenyang
Salah satu kelebihan dari karbohidrat adalah volume yang besar. Hal ini
disebabkan oleh adanya kandungan selulosa di dalam bahan makanan. Volume
makanan yang besar ini dapat memberikan rasa kenyang.
c. Kebutuhan Karbohidrat bagi tubuh
Kebutuhan karbohidrat pada setiap individu tidaklah sama. Seperti telah
dijelaskan sebelumnya, fungsi dari karbohgidrat diantaranya adalah sebagai
penghasil energi. Tinggi rendahnya aktifitas seseorang, maka akan berbeda
kebutuhan karbohidratnya. Bagi orang dewasa yang bekerja tidak terlalu
berat, kebutuhan tubuh rata-rata akan karbohidrat antara 8 sampai 10 gram
untuk tipa kilogram berat badan setiap hari.
d. Karbohidrat dalam Bahan Makanan
Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan makanan nabati, berupa gula
sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang
komplek seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin.
Pada umumnya buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan
fruktosa. Disakarida seperti gula tebu (sukrosa atau sakarosa) banyak
terkandung dalam batang tebu; di dalam air susu terdapat laktosa atau gula
susu.
Beberapa golongan oligoskarida seperti dekstrin terdapat dalam pati, roti,
sirup , dan bir.
Gambar 2.6: Tepung-tepungan kaya akan dekstrin
Sedangkan berbagai polisakarida seperti pati banyak terdapat dalam
buah-buahan.
Sumber karbohidrat yang utama dalam bahan makanan adalah serealia dan
umbi-umbian. Seperti terdapatnya kandungan pati yang berbeda-beda pada
beberapa golongan serealia.
Gambar 2.8:Serealia dan umbi-umbian sebagai
sumber karbohidrat
Tabel 2.1: Jenis dan kandungan karbohidrat pada serealia dan umbi-umbian
|
Jenis
serealia/umbi
|
Kandungan karbohidrat (gr)
|
|
beras
|
78,3
|
|
jagung
|
72,4
|
|
gandum
|
69,0
|
|
talas
|
40.0
|
|
singkong
|
34.6
|
Sumber: Widya Karya (2004)
Pada hasil ternak, khususnya daging, karbohidrat terdapat dalam bentuk
glikogen yang tersimpan dalam jaringan otot dan dalam hati.
Karbohidrat yang terdapat pada daging ternak terdiri dari glikogen. Glikogen
terdapat dalam tenunan, terutama hati, cepat sekali mengalami pemecahan
menjadi glukosa setelah lernak dipotong.
Pada daging yang berwarna merah terdapat gula dalam jumlah kecil (D-glukosa,
D-fruktosa, dan D-ribosa) yang terekstraksi ke dalam kaldu daging. Pada susu
karbohidrat terdapat dalam bentuk laktosa; air susu sapi mengandung sekitar
5% laktosa, tetapi pada susu skim kering terkandung lebih dari 50% laktosa.











Untuk
dapat hidup sehat dan produktif, setiap individu perlu mengatur makanan
sehari-harinya. Pengaturan makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh akan
zat gizi. Pada orang yang sehat (kondisi kesehatannya normal) akan berbeda cara
pengaturan makanannya dibandingkan dengan orang yang sedang dalam masa
penyembuhan atau pengobatan. Perbedaan itu dimulai dari jenis makanan yang akan
dikonsumsi, jumlah makanan (porsi/ kuantitas), waktu pemberian, frekuensi
pemberian, cara pemberian, hingga kualitas makanan yang terkait dengan kandungan
zat gizinya.

Dengan
perkataan lain, gizi seimbang adalah keadaan dimana tubuh memperoleh makanan
yang cukup mengandung semua zat-zat gizi dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.
Sumber zat itu beragam, yaitu golongan sumber zat pemberi tenaga atau energi , golongan sumber zat pembangun dan golongan sumber zat pengatur. Sebagai contoh: Menu yang mengandung beras atau penggantinya seperti mie, umbiumbian, daging atau penggantinya tempe dan tahu serta sayuran dan buah-buahan. Selain ketentuan di atas, menu tersebut harus memenuhi kecukupan gizi dari golongan umur, jenis kelamin dan aktifitasnya.
Berdasarkan pemikiran-pemikiran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
pengaturan gizi makanan adalah suatu langkah perencanaan, pengolahan dan penyajian makanan bagi individu pada setiap kelompok umur sesuai dengan kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi, agar setiap individu dapat hidup sehat. 












